dikaherayanti. female. student. bandung. telecommunication engineering. accounting. simple. to love studying, cooking, and shopping. always be my own self.
twitter : @hydika
FB : Herayanti Dika
A well dressed man is more attractive to me than a shirtless man with a six pack.
rapi itu elegan.
(Source: incoherentchatter, via coloredmondays)
Kamu tentu pernah berbicara pada kepada temanmu yang diam-diam kamu rasai. Yang kepadanya kamu ada kekaguman atau perasaan bahagia karena ada teman baik seperti dia, mungkin ada kesempatan menjadi teman hidup (?)
Perempuan dan laki-laki dapat dibaca dari perkataannya. Aku belajar tentang ini dari banyak buku dan banyak pengamatan. Ada kalanya tanpa disadari, kata adalah jembatan kecil yang bisa kamu jajaki untuk menelusuri, ada apa diujung sana.
Ketika seorang perempuan telah menggunakan namanya sebagai kata ganti untuk menyebut dirinya sendiri dalam sebuah pembicaraan. Tidak ada lagi kata ganti Aku, Gue, Saya. Tapi dia menjadikan namanya sendiri sebagai kata ganti dirinya.
Sebagai contoh, menyenangkan bukan mendengar ;
“Dina mau pergi ke perpus dulu, Bang”, daripada
“Aku mau pergi ke perpus dulu, Bang”
Bahasa Indonesia telah memberikan kita ruang untuk mengukur perasaan seseorang dari caranya memilih kata. Tanpa disadari, perasaan telah membuat kita lebih cermat dalam memilih kata. Takut memilih kata yang salah sehingga rawan menyinggung perasaannya. Atau memilih menghindari kata yang tidak dia sukai.
Sedang laki-laki, dia tidak pernah menyebut namanya sebagai kata ganti. Terasa aneh didengar. Tapi kamu bisa melihatnya dari cara dia menggunakan namany sebagai kata ganti.
“Kamu apa kabar?” tidak lebih enak didengar dari “Dina apa kabar?”
Bukan begitu?
Perbedaan pemilihan kata ini berdampak pada kedekatan. Seberapa dekat dia kepadamu, dia akan memilih kata yang lebih personal. Sebarapa dalam dia memaknaimu.Berbahagialah berbahasa Indonesia, dia membantu kita menyusun kepingan-kepingan rasa penasaran kita. Dia membantu kita mengetahui apa yang tersembunyi. Rasa cinta itu dapat berwujud kata-kata.
Bagimu yang berpikiran lurus, kamu tentu tidak akan menggunakan bahasa untuk menjerat orang yang kamu cintai dalam hal yang buruk. Bijak-bijaklah berbahasa. Perasaan itu tersentuh oleh kata-kata.
Karena ada saja orang yang terjerat cinta hanya karena rayuan, tidak jarang pula orang yang jatuh cinta karena tulisan. Semuanya adalah kata-kata.
Bandung, 21 Mei 2013
Check Out These Psychedelic Architectural Collages by Hugo Barros!
Evocative of that heady post-1968 period of architectural exploration, the collages of Lisbon-based artist Hugo Barros recharge the legacy of psychedelic graphics in the representation of built form. Some of these collages feature floating surfaces of a giant scale, recalling Superstudio’s Earth-devouring Continuous Monument. Others superbly juxtapose disaster and architectural stability, challenging structural equilibrium and suggesting kinetic buildings. Read More!
best pic!
Rantau 1 Muara - A. Fuadi
(via kurniawangunadi)
(via uuphii)
hahay. bener bener..Diner : Domba juga selain diqurbankan dia berpuasa loh!
Laknat : Kok bisa?
Diner : Iya kan ada filmnya, Shaum of the Sheep.
Laknat : EUGH!!…
Oh iya din, entah kenapa ya, kalo lagi shaum gini rasanya jadi lamaaaa banget.
Diner : Ah masa? Cepet kok! Kan shaum itu fasting, bukan slowing…